December 31st, 2019

Bebas dan Kebebasan: Hak untuk jadi apa yang anda mahu jadi

Bebas maupun kebebasan adalah salah satu perkara yang paling berharga bagi mereka yang masih hidup.

Kebebasan membolehkan sesiapa sahaja untuk menikmati apa-apa usaha yang kreatif atau bermakna yang boleh diperakui sendiri.

Kebebasan membolehkan seorang penyair menulis puisi sendiri, membolehkan penyanyi menyanyi lagu dan penulis untuk menulis jenis cerita yang dia inginkan.

Kebebasan ekonomi adalah satu lagi kebebasan yang sama penting yang membolehkan seseorang untuk memilih jenis pekerjaan yang dia rasa paling sesuai berdasarkan kebolehan dan keupayaan seseorang.

Salah satu kebebasan yang lebih tinggi adalah kebebasan rohani yang membebaskan seseorang dari emosi manusia yang kecil seperti ketamakan dan cemburu.

Apabila kita bercakap mengenai kebebasan, intipati terletak pada membiarkan dan membolehkan seseorang untuk menjadi apa yang mereka mahu.

Kebanyakan kebebasan kita dikawal, dikurung dengan cara halus untuk memenuhi jangkaan tertentu.

Harapan orang lain mempengaruhi cara kita membiarkan kebebasan kita dikawal oleh orang lain.

Berani menjadi berbeza atau ‘lain dari yang lain’ adalah satu keistimewaan yang datang dengan kebebasan.

Kecuali anda mempunyai hak untuk menjadi berbeza, anda sebenarnya tidak bebas.

Dikatakan bahawa kebanyakkan kemajuan di dunia telah dimulakan oleh mereka yang berani melakukan sesuatu lain dari orang lain.

Ini telah didapati benar dari masa Copernicus dan Galileo, kepada Newton dan kemudian, Steve Jobs.

Ia tidak mudah dan agak sukar untuk menjadi berbeza dari orang lain; ia memerlukan keberanian dan kesanggupan .

Para pembaharuan sosial yang hebat mempunyai keberanian terhadap keyakinan ini.

Bakal PM ke-8 dikatakan berani berjuang melawan kerajaan ketika itu dengan pergerakkan ‘reformasi’nya.

PM ke-7 berani dan sanggup melakukan apa pemimpin dunia lain tidak sanggup lakukan termasuk di anggap sebagai ‘pincang otak’.

Berhadapan dengan perbezaan pemikiran dan tindakan terhadap sesuatu budaya sosial memerlukan banyak keberanian.

Hanya orang yang mempunyai kebebasan pemikiran sedemikian boleh mencapai perkara-perkara seperti itu.

Slogan ‘lawan tetap lawan’ merupakan salah satu slogan berunsur kebebasan yang boleh dijadikan unit matapelajaran sivik dan moral dalam pendidikan sekolah.

Kebebasan untuk menjadi berbeza membebaskan kita dari sebarang ikatan.

Kebebasan untuk membuat pilihan yang berbeza, mengikuti jalan yang berbeza, membantu membawa pengetahuan muktamad yang membebaskan kita dari godaan jahat yang melimpah dalam hidup.

Kita juga harus menerima dan memperakui bahawa semua orang adalah berbeza

Salah satu amalan paling jahat dan zalim yang lazim dalam mana-mana masyarakat penindas adalah memaksa orang lain mengikuti sistem dan cara hidup yang tegar.

Sistem sosial sedemikian rupa menimbulkan banyak keburukkan sosial dan merugikan kemajuan masyarakat.

Boleh dikatakan hampir semua budaya kehidupan manusia telah mengalami kejahatan sedemikian pada satu atau masa lain dalam sejarah.

Sebaliknya, masyarakat yang menerima kepelbagaian dan pluralisme telah berkembang maju.

Amerika Syarikat sentiasa menyambut kepelbagaian di kalangan rakyatnya.

India juga dikenali sebagai ‘kuali lebur’ dari budaya yang berbeza yang menjadikannya hebat.

Kebebasan merupakan sifat kebajikan yang bernilai untuk kita memperolehinya. .

Bukan sahaja ia adalah penyebab paling mulia bagi mana-mana makhluk hidup, ia juga memperkayakan kehidupan.

Negara dan masyarakat yang paling maju adalah mereka yang telah memberi peluang menagih kebebasan untuk warganya.

Kebebasan memastikan maruah kehidupan manusia, dan meningkatkan kreativiti dan kemajuan; dengan itu memastikan taraf hidup yang lebih tinggi.

Mari kita menjengah Tahun 2020 dan seterusnya dengan bebas!

Better to remain silent and be thought a fool

I came across an article on being a listener and find it difficult to absorb. As an educator, I may be wrong as we are supposed to talk and deliver or maybe the new 21st century skill wants students to do more.

But then, try asking yourself on how much talking and listening you do on an average day?

As educator, how much real listening and focus do you put up on your student saying and accepting them? Backwards, do you automatically put up response for them?

Truly speaking, I don’t think we put enough listening to what others are saying.

Most people tend to treat conversation like a sport. The person who talks the most, clever enough to persuade others of an opinion, or even speaks the longest and loudest is the champ.

We frequently discover ourselves hindering, speechifying, demanding, and coming up with witticisms, all to back our point to see or show our prevalent information.

In everyday life, it can be seen that, the person who speaks least benefits most and the person who speaks most benefits least.

The true facts about this are that, the person who talks is providing information more than he/she tends to give.

The person who is putting his/her ears is getting the information thus the best deal will be by the later, as knowledge is power.

Good or bad news are commonly shared, thus the less you share, the more you wish that you hadn’t share. It’s good that you don’t reveal anything that you may later regret.

Bear in mind, should you not share anything today, it may be shared later, and once shared you can never take it back.
We should also not be silent all the time. I admire what Abraham Lincoln said, "Better to remain silent and be thought a fool than to speak out and remove all doubt."

No harm to be seen as less intelligent, just be careful not to speak thoughtlessly, with insufficient information, or out of a wrong assumption. It may help you not to say anything dumb.

Once in a while, you may have heard someone telling a story you knew or you think you had been to a place before.  It happens all the time and we wind up using the same limited experiences and information.

Fresh information gives impact to the new listener, thus save up your material at the right moment so that they get the most.

Though it may be true for most of the time, some people want others to hear them talk. So there are times we should listen rather than talking, as we giving something valuable to the person who's speaking.

This will make the ‘speaker’ feel appreciated and established a bond and a powerful relationship-building tool.

As someone who's doing talking every day in the classroom, many educators will feel strange if not saying anything.

It may be good at times to use this tactics, as very often, the other person will jump in to fill the silence with further information, sometimes something he or she had not planned to share.

You may or may not want to use this manipulative tactic on purpose. But it's almost always true that the less you say, the more information the person you're speaking with will share.

Now, which do you prefer to listen, someone who never shuts up, or someone who only speaks once in a while?

One thing for sure, the law of supply and demand holds true: If you constantly share your opinions, no one will seek them out. If you only say what you're thinking on occasion, or only make a point one time instead of over and over, your words are likely to have more weight.

Though you need to keep your opinions to yourself, there are still people around you who wants to know what you're thinking, especially when you are a resourceful person.

But if spending more time listening is better than you do the speaking, and the people the people you're speaking to feel understood and bonded with you, when you do speak your mind, they'll be listening much more closely. When you do speak, people will listen.